main menu

Dewan Riset Daerah Provsu bahas Strategi Pengembangan Wisata Sumatera Utara

Dewan Riset Daerah Provsu bahas Strategi Pengembangan Wisata Sumatera Utara

Medan, 19/02/2019, Dr. Wahyudi selaku ketua tim Pariwisata Dewan Riset Daerah Provinsi Sumatera Utara (DRDSu) memaparkan pembahasan mengenai Strategi Pengembangan Pariwisata di Sumatera Utara dalam Rapat DRD yang dilaksanakan di ruang rapat Balitbang Provsu pada hari Selasa tanggal 19 Februari 2019. Beliau memaparkan bahwa saat ini  Sumatera Utara masih perlu banyak melakukan pembenahan jika ingin memiliki pariwisata yang mumpuni seperti Balli, diantaranya tantangan yang dihadapi adalah atraksi, aksesibilitas, infrastruktur, sarana pendukung dan sumber daya manusia. Fernandes, perwakilan dari ASITA mengungkapkan bahwa saat ini yang menjadi daya tarik Sumatera Utara bukan lagi Danau Toba melainkan Konservasi Orangutan yang ada di Tangkahan. Namun demikian, potensi pariwisata Sumatera Utara ini masih menemui beberapa kendala diantaranya adalah kurangnya edukasi bahasa asing pada masyarakat lokal dan infrastruktur jalan yang kurang baik, dimana butuh waktu kurang lebih 4 jam menuju lokasi wisata tersebut karena buruknya jalan akses ke sana.


Pembahasan mengenai permasalahan, kendala, saran dan masukan mengenai pengembangan pariwisata didiskusikan dalam rapat ini, instansi/organisasi yang turut hadir diantaranya dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), <em>Association of Indonesian Tours and Travel Agencies </em>(ASITA), Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI), Bank Indonesia (BI), Badan Penelitian dan Pengembangan Provsu dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provsu. Berbagai saran dan masukan yang diberikan demi meningkatkan pariwisata Sumatera Utara diantaranya dengan mensinergikan peran serta pemerintah kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara agar <em>event </em>pariwisata saling berintegrasi dan dalam pengelolaan objek wisata yang melibatkan beberapa kabupaten/kota misalnya Danau Toba yang melibatkan 8 kabupaten/kota, pembangunan infrastruktur seperti jalan sangat berperan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, harga tiket pesawat yang relatif mahal saat ini turut menurunkan minat wisatawan  untuk berwisata, maka diharapkan adanya penyesuaian untuk hal tersebut, masyarakat Sumatera Utara masih kesulitan berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara maka perlu memberikan edukasi lebih kepada masyarakat yang berada di sekitar objek wisata, penentuan pasar yang dijadikan sasaran untuk kegiatan pariwisata juga perlu dilakukan agar penataan pariwisata lebih memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam pengelolaannya, dan yang tak kalah penting adalah meningkatkan koordinasi dan promosi pariwisata yang ada di Sumatera Utara dan salah satu bentuk usaha promosi yang telah dilakukan adalah dengan membuat aplikasi <em>TOBAsmile</em> sebagai wadah informasi pariwisata yang ada di Sumatera Utara dan aplikasi ini sudah dapat diunduh dari <em>playstore</em>.


Hasil diskusi dan sumbang saran dalam rapat ini akan dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang strategis dalam pengembangan pariwisata Sumatera Utara. (BPP/RA)