Medan, (02/01/2018). Gubernur dan wakil gubernur melalui Kepala Balitbang dan Kepala BPBD mengharapkan adanya alat pendeteksi dini bencana di Sumatera Utara yang dapat dimanfaatkan sebagai early warning system terhadap bencana alam di Sumatera Utara. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Pemanfaatan IT dan hasil litbang dalam peringatan dini penanggulangan bencana alam di Sumatera Utara pada hari Rabu, 2 Januari 2018 di Aula Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Utara. Rapat tersebut dihadiri oleh unsur BMKG Wilayah I Medan, BPBD Provinsi Sumatera Utara, Diskominfo Provinsi Sumatera Utara.

Hasil rapat tersebut merekomendasikan agar dilakukan kajian dan studi terkait kebencanaan, DRD agar dapat membantu merekomendasikan titik-titik rawan longsor yang perlu dipantau, bekerjasama dengan LAPAN, LIPI dan instansi lain yang terkait, perlu dilakukan pemetaan (mapping) zona-zona di sepanjang lokasi rawan longsor, dan mengumpulkan data kondisi di Sumatera Utara secara lengkap.

Hasil rapat tersebut menyepakati akan dilaksanakannya pertemuan dengan BMKG pusat dengan instansi terkait dengan mengundang para pakar. Pada pertemuan ini nanti akan dilakukan pemaparan oleh instansi terkait sehubungan dengan teknologi mitigasi kebencanaan yang dapat digunakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menanggulangi bencana alam melalui penerapan early warning system. (RA)

Tinggalkan Balasan