Medan, 11/11/2017 – Medan, (Analisa). Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumatera Utara (Sumut) mengadakan seminar laporan akhir pene­litian tentang ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut di ruang rapat Kantor Balitbang Sumut Jalan Sisinga­mangaraja Medan, Senin (6/11).

Menurut Kabid Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Balitbang Sumut Erwinsyah, yang melatarbelakangi seminar ini, kurang efektif dan efisiensinya target untuk mencapai realita pemenuhan kebu­tuhan masyarakat.

Hal ini merupakan salah satu hal yang menjadi pangkal permasalahan kurang tercapainya PAD, sehingga diperlukan upaya untuk mendorong peningkatan efisiensi, efektivitas, dan profesionalisme dalam mengelola sumber PAD.

Di sisi lain permasalahan yang ada dalam upaya peningkatan pendapatan daerah melalui ekstensifikasi PAD,  di mana sosialisasi masih dilakukan kepada pihak masyarakat individu pada umumnya, sementara kepada pihak industri dan dunia usaha lainnya belum sepenuhnya dilakukan, bahkan tidak pernah.

Selain itu koordinasi belum dilakukan dengan pihak instansi terkait, di luar badan pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

“Kurangnya upaya dari pelaksana program untuk memutahirkan data objek pajak  Air Permukaan Umum (APU) dari per­usahaan yang bersifat industri atau nonindustri,” terangnya.

Dalam seminar itu juga dibicarakan peran pemerintah untuk meningkatkan penda­patan daerah melalui eksten­sifikasi PAD. “Salah satunya penggalian potensi sesuai dengan kewenangan yang akan dilakukan dengan membuat konsep rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah,” tandasnya.

Acara tersebut dihadiri anggota DPRD Sumut M Fauzi Hafiz. Dia meminta saat ini regulasi yang dimiliki perlu direvisi dan penetapan target diharapkan ada BP2RD, inspektorat, punya formula, dan ada rumusannya. (rel/bara/Analisa)

Tinggalkan Balasan